Doktor Terkejut Besar Melihat Keadaan Tali Pusat Bayi yang Baru Dilahirkan Ini! Segera Dia Memanggil Ayah Untuk Memotretnya! Katanya: “Ini Keajaiban!”

Loading...

Loading...

Perjuangan ibu mengandung selama 9 bulan sungguhlah hebat. Dan segala sesuatu yang terjadi pada masa kehamilan itu boleh saja mempengaruhi perkembangan janin.

Sebelum bayi itu lahir, tidak boleh ada kelalaian sedikitpun sampai mereka terlahir ke dunia dengan sehat dan selamat. Dengan begitu, ibu dan pasukan perubatan baru boleh bernafas lega.

Dan janin menerima nutrisi yang diperlukan lalu tali pusat. Nutrisi itu sangat penting untuk perkembangan janin. Namun, tali pusat itu boleh saja menjadi bahaya bagi keselamatan janin.

Apabila gerak gerik janin yang terlalu berlebihan boleh saja menyebabkan tali pusat terlilit di leher ataupun kepalanya dan hal ini sangat berbahaya. Namun, di salah satu hospital di California, Amerika, telah menyaksikan suatu keajaiban!

Seorang ibu yang melalui proses persalinan yang melelahkan akhirnya berhasil melahirkan bayinya. Ayahnya yang merakam proses persalinan itu juga sangat bahagia melihat bayinya keluar.

Loading...

Namun, ketika doktor melihat tali pusat bayinya, dia melihat ada simpulan sempurna di tali pusatnya. Untungnya, simpul ini tidak ada di tubuh bayi, kalu tidak, ini boleh sangat berbahaya.

Doktor pun segera memanggil ayah si bayi dan berkata: “Ini adalah keajaiban!”

Sebab, faktanya banyak ibu hamil yang berkemungkinan mengalami kejadian bayi terlilit dengan tali pusat di sekitar lehernya, namun menurut doktor sebenarnya tidak perlu panik.

Yang perlu dikhawatirkan itu apakah janin mengalami gangguan pernapasan atau tidak. Jika ada kelainan, itu akan terlihat dari gerak gerik si janin.

Jadi sangat disarankan bagi semua ibu hamil untuk memeriksa gerak gerik janin baru boleh mengetahui keselamatan bayi.

Sumber: sosharethis via IniSerius.com

Wanita, Hati-hati! Jika Muncul 5 Tanda Ini pada Payudaramu, Boleh Jadi Itu Gejala Awal Kanser Payudara! Periksa Sekarang Sebelum Terlambat!

Loading...

Menurut lembaga servey Organisasi Kesihatan Dunia, kanser payudara adalah penyebab utama kematian di kalangan wanita muda, terhitung 25% dari semua wanita berusia 20-39 tahun yang meninggal kerana kanser.

Sebenarnya, jika kanser payudara dideteksi dan diubati pada tahap awal masih ada kemungkinan menghindari hal-hal buruk terjadi.

Tapi justru kerana banyak wanita belum cukup tahu tentang kanser payudara, bahkan kadang mereka sendiri tidak tahu yang mereka telah mengidap kanser payudara, mereka tertinggal masa terbaik untuk pengubatan.

Berikut ini cara melihat sendiri kanser payudara:

1. Cek apakah ada benjolan di payudara

Benjolan pada payudara adalah langkah umum untuk mengesan kanser payudara. Yang paling mengerikan adalah benjolan yang keras, yang dipegang seperti dahi, keras-keras dan tidak mudah ditekan (inilah kuncinya).

Loading...

Anda boleh mencuba berbaring di tempat tidur untuk memeriksa payudara sendiri, kerana saat berbaring, jaringan payudara akan lebih rata dan akan lebih mudah mengesan benjolan.

2. Cek apakah ada benjolan atau pembengkakan getah bening di ketiak

Kelenjar getah bening dapat mengesan kanser payudara sejak dini. Beberapa pesakit mungkin pertama kali muncul gejala pembesaran kelenjar getah bening di ketiak.

Jika Anda berusia di atas 40 tahun, dan secara tidak sengaja menemukan kelenjar getah bening bengkak di bawah ketiak, dan ada kecenderungan “bertumbuh”, segera periksa ke doktor.

 

3. Cek apakah ada cairan keluar dari puting payudara

Picit sedikit puting payudara Anda, amati apakah ada cairan yang keluar berupa cairan pulpa atau nanah, jika ada segera periksa ke doktor.

Loading...

4. Ada tidak rasa sakit atau sensasi terbakar pada payudara

Jika payudara terasa nyeri, gatal atau ada sensasi terbakar (kemerahan) dan sebagainya, segera periksa ke doktor.

5. Kelainan pada permukaan payudara

● Perubahan abnormal pada kulit payudara, terutama kulit tiba-tiba menjadi sangat kasar, seperti kulit jeruk

● Terlihat pembuluh darah pada payudara, payudara yang tadinya mulus tiba-tiba muncul pembuluh darah;

● Permukaan payudara yang tadinya mulus dan rata tiba-tiba cekung/masuk ke dalam seperti lubang atau lesung pipi

Berikut wanita yang lebih beresiko kena kanser payudara:

Loading...

Risiko kanser payudara meningkat seiring bertambahnya usia, diperkirakan bersinergi dengan tingkat perubahan endokrin.

Kejadian wanita berusia 45-50 tahun secara signifikan lebih tinggi daripada wanita berusia di bawah 45 tahun. Setelah menopause, resikonya akan terus meningkat.

Selain usia, gaya hidup juga mempengaruhi resiko kanser payudara:

1. Menstruasi awal datang terlalu cepat, menopause datang terlambat, infertilitas dan hamil pertama di usia yang sudah besar

2. Merokok, obesitas jangka panjang, bergadang

3. Lingkungan pekerjaan atau lingkungan hidup yang terpapar radiasi dalam jangka panjang

4. Minum banyak ubat hormonal seperti pil KB

5. Ada riwayat penyakit payudara lainnya, seperti tumor jinak atau hiperplasia payudara.

6. Merupakan keturunan keluarga yang menderita kanser payudara, seperti wanita dengan ibu yang kena kanser payudara, anaknya juga beresiko tinggi kena kanser payudara.

Walau keturunan atau tidak, setiap wanita WAJIB memeriksa payudara sendiri. Lakukan pemeriksaan minimal sebulan sekali, 3-7 hari setelah menstruasi. Kalau mendapati 1 satu dari 5 tanda di atas, segera periksa ke doktor!

Jom SHARE info penting ini ke wanita di sekitarmu!

Sumber: how via IniSerius.com

Loading...
Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*